Arsip Bulanan: Juni 2015

Profil Integral BISA

Integral BISA didirikan mulai Juni 2004 berlokasi di Jl. I Gusti Ngurah Rai VIII- 27 Bago Tulungagung Km 2 dengan gedung milik sendiri (bukan kontrak/sewa milik orang lain). Hal ini menjadikan biaya program bimbel bisa kami tekan/lebih hemat.

Integral BISA mengupayakan program HEBAT, kualitas DAHSYAT namun HEMAT atau murah (namun tidak murahan) serta masuk akal.
Kami berusaha menjadikan bimbel yang luar biasa, dan bimbel ’3 in 1′ pertama dan 1-1 nya memberikan 3 hal uatama bagi para siswa peserta program. BISA adalah BImbel – STIFIn (tes fungsi otak dominan dan – Alfa theta yang memompa motivasi dan merubah mindset siswa menjadi lebih baik).
Karena jika habitat/lingkungan peserta program sangat kurang mendukung, pertemanan yang salah serta habit (kebiasaan) yang jelek pastinya akan mempengaruhi perilaku, pola sikap serta pola pikir yang jelek juga. Ini sangat berpengaruh pada hasil prestasi belajar di sekolah / kuliah. Bahkan jika kelak sudah bekerja pun, si pemilik habit atau mindset yang jelek tersebut bisa tetap dalam keadaan yang kurang mendukung dalam kinerjanya.

Dikelola oleh lulusan Universitas Malang (dahulu IKIP Malang) yang pengalaman mengelola serta mengajar di bimbel sebelumnya, yaitu :
1. Sejak tahun 1993 di LBB Nurul Fikri Tulungagung,
2. 1997 di LBB Integral2000 Malang,
3. 1998 PermataScience di Surabaya (bersama Faqih N. Syarif – sekarang motivator/ trainer QuantumSpirit Nasisonal),
4. 2000 LBB Bina Prestasi Siswa Tulungagung (bersama guru Teladan SMP Tingkat Tulungagung 2006 alm. Agus Ariadi, S.Pd), dan
5. 2002 LBB Permata Tulungagung.

Untuk meminta informasi tentang Integral BISA, bisa datang langsung ke kantor :
Jl. I Gusti Ngurah Rai VIII-27 Bago,Tulungagung KM 2. (Kantor ORARI ke timur 300 m)
Telp (0355) 326495 – 5250900 HP/WA 08113313122
Web 1 : www.integralbisa.web.id
Web 2 : www.tesmatpel.web.id
E-mail : integral.tulungagung@gmail.com
Google Plus : Integral Bisa

#Pada saat awal berdiri INTEGRAL hanya bimbingan belajar biasa seperti mana umumnya sebuah bimbel. Namun seiring pengalaman dan perjalanan waktu, kami selaku pendiri/pengelola berusaha mengembangkan dan meningkatkan kualitas lembaga. Integral terus menambahkan dan memberikan fasilitas dan materi pengembangan diri (PD) yang siswa.
Dimulai dengan bertemu tim Adam Khoo dalam suatu sesi di tahun 2009, telah menginspirasi kami juga memberikan resep sukses Adam Khoo (AKLG) pada peserta bimbel Integral. 6 resep sukses yang dipraktekan AK yang dulunya pernah jadi siswa ‘tidak berprestasi’ atau ‘bodoh’ menjadi berprestasi, yaitu :
1. Belief, 2. Goal-dream, 3. Time management, 4. Speed Reading, 5. Gathering Information 8. Makes Notes (MindMapping), SuperMemory (LONG TERM MEMORY), 8. Thinking Skill.

Kalau Adam Khoo juga menguasai NLP, secara tidak senggaja dan penuh antusias, kami juga belajar namun dengan guru yang berbeda. Kami belajar dengan Mr. Tan dari surabaya. Selanjutnya kami belajar brain wave therapy dengan Mr. Yusanto dari Alfa Omega Surabaya, dengan Mr. Agus dari Beta Explorer Yogyakarta dan tahun 2011 mendapatkan sertifikat no 5910 dari TBH dengan instrukur Mr. dr. Lucky.

Di tahun 2011 juga, kami beruntung bisa bertemu dan mendapatkan workshop STIFIn (tes fungsi otak dominan) di Hotel Sahid Surabaya yang diisi langsung oleh penemu/pematen tes STIFIn Dr. Farid Poniman dari Jakarta. Setelah workshop STIFIn tersebut, kami menjadi promotor/konsultan tes STIFIn di Tulungagung dan sekitar. Sejak menjadi promotor sampai sekarang, telah ratusan siswa/mahasiswa/orang tua siswa/umum telah ikut atau menjadi peserta tes STIFIn yang berasal dari wilayah Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Malang, Jombang bahkan sampai Jakarta.

Jadi, jika ingin mendapatkan layanan ’3 in 1′ dengan biaya hemat silakan bergabung dengan kami.
Integral Bisa ” Mendahsyatkan Motivasi, Prestasi & Karakter Positif”
Integral Bisa Pelopor Bimbel Holistik & Berkarakter 1-1 nya di Tulungagung.

[] 0 ssw man 12

1 12 sma 5 mb dkelas b main

1 D BIMBEL

8 YOSY 22 7 2013

0 SSW 8 SMP 5 2013 DGN MARKONI PA

aq adam kho malang

ak gift

1 AQ FD CS

Bakat Minat Personality

Bakat Minat Personality Thinking introvert

4 KARPET MERAH OK

Mesin Kecerdasan nya Thinking yang di drive dengan introvertnya, sehingga dari dalam menuju keluar, Thinkingnya yang di bawa dari dalam menuju keluar, sama dengan yang lain-lainya, yang disebut dengan introvert. Introvert ini bukan membawa seluruh Mesin Kecerdasan, introvert disini hanya terkait dengan Mesin Kecerdasan yang menjadi Mesin Kecerdasan yang bersangkutan. Jadi, kalau Thinking introvert, introvertnya itu hanya pada Thinking saja, bukan kepada semua Mesin Kecerdasan.

SOTOY “SOK TAHU”

Jenis orang Thinking introvert, Thinkingnya dibawa dari dalam dalam keluar, karena itulah orang Thinking introvert ini, sepertinya dia orang yang banyak tahu . Karena dia Thinking, dia berfikir, dia punya ilmu otomatis dari hasil kerja fikirannya, dan karena itulah dari banyak tahunya itu kemudian dibawa keluar. Maka orang Thinking introvert ini memiliki banyak referensi, banyak pustaka, banyak pengetahuan, banyak memory yang dia bisa uraikan kepada orang lain. Sering kali kalau dalam bahasa pergaulannya, konotasi yang negativenya itu dia disebut “sotoy”, ini orang sok tahu, ini adalah orang Thinking introvert

SISTEMATIS

Sesungguhnya orang Thinking introvert ini, di dalam kerja otaknya, dia adalah mengangkat kerja otak itu, kepada kompleksitas yang tinggi. Jadi, diantara semua type Personality Genetic, dimana otaknya bersedia menangani persoalan-persoalan yang komplek itu adalah Thinking introvert . Tetapi dia memiliki tools, memiliki alat, memiliki cara, bagaimana situasi yang kompleks itu dikendalikan, yaitu dengan frame work, dengan kerangka kerja. Orang Thinking introvert sangat mahir di dalam membuat kerangka kerja, di dalam membuat sistematika, sehingga pikiran yang kompleks itu menjadi sistematis, jika di tangani oleh orang Thinking introvert.

SPESIALIS

Nah, karena itulah mengapa orang Thinking introvert ini, dia bersedia untuk menjadi orang yang begitu spesialistik profesinya, karena dia punya ketajaman mikroskopik, dia berfikir sampai mentok, sedalam-dalamnya, itu dimiliki oleh dia kemampuannya. Karena orang Thinking introvert berfikir, kalau ke atas dia kompleks, kalau ke bawah dia mendalam sangat mikroskopik . Itulah kemampuan yang membuat orang Thinking introvert itu sanggup untuk menjadi seorang spesialis pada profesinya.

EFEKTIFITAS

Kerangka kerja menjadi keutamaan dimana dia berfikir, dan tentu saja, ketika dia menganalisa sesuatu, analisanya selalu diposisikan untuk mendapat sesuatu yang lebih baik, kita menyebutnya adalah efektifitas. Dia selalu akan berfikir, bagaimana kerangka kerja tadi bila dipraktekkan, bila di implementasikan, bila dijadikan sebagai rencana untuk melahirkan perbaikan, melahirkan efektifitas, terutama yang paling penting bagi dia, melahirkan berganning posision yang lebih bagus buat dia, meningkatkan jabatan dia, meningkat tahta dia, itu adalah orang Thinking introvert.

MULTIPLYING

Ketika dia sudah mulai bisa membuat kerangka kerja dari sesuatu yang kompleks, maka, karena dia berfikir tentang efektifitas tadi, mengapa orang Thinking introvert di dalam tugasnya, di dalam pekerjaannya, dia menyukai, dengan sendirinya cenderung akan mendapatkan pelipat gandaan hasil (Multiplying). Ini adalah sesuatu yang memang orang Thinking introvert menyukai melipat gandakan hasil. Proses pelipat gandaan yang dilakukan orang Thinking introvert tadi, bisa dikawal dengan akurasi yang tinggi, karena dia memiliki rentang yang sangat bagus, mau mendalam secara mikroskopik dia mampu, mau naik ke atas menjadi lebih kompleks dia mampu, sehingga pengawalan terhadap pelipat gandaan itu memiliki ciri khas yang sangat menempel pada orang Thinking introvert yaitu itu adalah akurasi.

CINTANYA LOGIS

Bagaimana cara orang Thinking introvert dalam urusan bercinta? “Ya” memang sesungguhnya orang Thinking mau yang introvert ataupun extrovert, dia bercinta menggunakan kerangka-kerangka kerja, dengan logika-logika, maka orang Thinking khususnya yang introvert itu adalah dia berani mempertimbangkan iya dan tidak, memutuskan seseorang itu diterima atau tidak, setelah dia menimbang-nimbang dengan timbangan logika apa baik buruknya buat dia, apa untung ruginya buat dia, apa manfaatnya buat dia. Segala sesuatunya ditakar menggunakan kerangka logika.

Karena itulah di dalam rumah tangga, bagi orang Thinking introvert, dia akan menata, bagaimana pasangan suami istri itu, bukanlah hanya semata-mata hubungan emosional, tetapi ia adalah seolah-olah, “meskipun ini urusan percintaan”, seolah-olah seperti hubungan kerja, semua ada kerangka, semua ada sistematikanya, semua ada pembagian tugas yang jelas. Orang Thinking introvert itu memastikan segala sesuatunya itu tertangani dengan baik.

C.E.O

Mampukah orang Thinking introvert menjadi seorang CEO? Justru memang inilah yang menjadi keunggulan Thinking introvert, ketika ia berada pada midle-midle managemen, untuk dia merangsak naik ke atas, dia memiliki keunggulan. Dimana keunggulannya? Dia memutuskan dengan logika yang dalam, yang kompleks, yang kemudian dia berfikir dikaitkan dengan hasil, dia bisa memimpin akurasinya. Jadi segala macam yang berbau kehebatan logika ini, dimiliki secara tajam oleh orang Thinking introvert, tidak dimiliki oleh Personality Genetic yang lain .

Jadi, ketika beradu tentang direction, tentang target, auto achive, tentang planning, tentang membuat taktik-taktik yang sistematis, menuju kepada tercapainya target, orang Thinking introvert adalah jagonya . Maka dia sangat berpeluang untuk menjadi seorang CEO.

MANAGERIALSHIP

Dia memang punya kemampuan mengelola tahta, mengelola kekuasaan dengan managerialshipnya, dengan aturan main yang dia buat, dengan system yang dia kendalikan, dengan kedalaman, dengan kekomplekan, dengan sistematika, dengan kerangka kerja sebagaimana yang di jelaskan diatas. Disitulah menajdi selling pointnya seorang Thinking introvert.

Thinking introvert adalah orang yang memiliki banyak pengetahuan, dan dari banyak pengetahuannya itu, kemudian orang Thinking introvert itu, yang kaya dengan database, yang kaya dengan pengalaman-pengalaman yang sudah diolah, di sistematikakan oleh orang Thinking introvert menjadi kekuatan tertentu. Sehingga orang Thinking introvert bisa berkompetensi dengan orang lain, karena memiliki kemampuan mengelola proses lebih handal . Itulah yang disebut dengan managerialship.
(Sumber web : stifin.com)

Rekonstruksi Sistem Pendidikan Indonesia dengan Penerapan Sistem Focus on Subject

Oleh: RAHMAT HIDAYAT – UNIVERSITAS HASANUDDIN

Ringkasan Esai
Berbicara mengenai kehebatan serta kemajuan sebuah bangsa, kita tidak akan terlepas dari yang namanya peranan penting sebuah “PENDIDIKAN”. Pendidikan di semua negara merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mendapatkan perhatian baik dari pemerintah maupun masyarakat dalam negara tersebut. Tanpa adanya pendidikan, yakinlah bahwa negara tersebut tidak akan pernah mengalami yang namanya perkembangan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang betul-betul bagus untuk menata proses pendidikan yang akan berjalan. Sistem pendidikan yang diterapkan oleh masing-masing negara itu berbeda-beda, termasuk Indonesia. Jika kita memperhatikan sistem pendidikan yang berlangsung di Indonesia sekarang ini, sepertinya perlu dievaluasi keberhasilannya. Sudah banyak sistem yang telah dicoba oleh bangsa kita, akan tetapi sistem tersebut belum bisa membuat negara kita maju dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem baru yang bisa memperbaiki kondisi pendidikan di negeri kita yang tersayang.

——————-

Sistem yang saya maksudkan di sini adalah sistem pembelajaran focus on subject, maksudnya adalah di dalam menempuh sebuah pendidikan, kita tidak boleh melakukan pemaksaan kepada orang lain untuk mempelajari dan menekuni pelajaran yang mereka tidak inginkan atau sukai. Seharusnya kita memberikan kebebasan kepada seluruh pelajar untuk memilih bidang yang mereka sukai sesuai dengan minat dan bakatnya. Sehingga dengan begitu, mereka tidak akan tertekan dalam hal proses belajar mengajar, mereka akan belajar dengan nyaman dan tanpa beban karena apa yang mereka pelajari adalah bidang yang memang mereka inginkan yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Sehingga, akhirnya nantinya akan lahir pelajar-pelajar yang ahli di masing-masing bidangnya. Jadi, dengan begitu, dengan penerapan sistem ini, setiap siswa atau pelajar akan difokuskan untuk belajar sedikit saja yang penting mereka ketahui secara mendalam tentang apa yang mereka pelajari. Lagi pula, secara logika untuk apa kita mempelajari banyak hal kalau ternyata ilmu yang kita dapatkan mengenai pelajaran tersebut hanya kulitnya saja, tanpa kita mempelajari secara mendalam ilmu yang kita pilih.

Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Banyak orang yang mengatakan bahwa kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sebuah negara merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi serta perkembangan sebuah negara menuju negara maju. Semakin banyak penduduk sebuah negara, maka negara tersebut juga akan cepat mengalami perkembangan. Akan tetapi, jika kita bercermin ke negara kita yang tercinta yaitu Indonesia, hal tersebut tidak kita dapatkan. Indonesia memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat banyak, tetapi sampai sekarang negara kita masih berada pada posisi negara berkembang. Menurut saya, kuantitas SDM dari sebuah negara memang tidak bisa kita abaikan begitu saja, akan tetapi hal yang paling penting dari semua itu adalah kualitas yang dimiliki oleh masyarakat yang ada di negeri tersebut.

Contohnya seperti negara China, selain memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak, kualitas masyarakatnya juga sangat bagus yang tidak jauh berbeda dari negara-negara Eropa dan Amerika. Di negara ASEAN sendiri, kita bisa lihat bagaimana Singapore yang hanya sebuah negara kecil yang memiliki jumlah penduduk yang sangat sedikit dibandingkan Indonesia, akan tetapi Singapore lebih baik dan lebih maju dibandingkan Indonesia, begitupun dengan negara yang lainnya seperti Jepang, Korea dan yang lainnya. Apa sebenarnya yang membuat mereka bisa seperti itu? tidak lain jawabannya adalah karena kualitas masyarakat atau SDM-nya yang sangat bagus dibandingkan dengan Indonesia. Di sini, saya tidak mengatakan bahwa kualitas SDM atau masyarakat Indonesia itu sangat tidak bagus, akan tetapi kualitas tersebut masih perlu diperbaiki lagi dan ditingkatkan supaya kita tidak tertinggal dari negara-negara lainnya yang sudah maju.

Indonesia memiliki potensi yang sangat bagus untuk dikembangkan, apalagi kita didukung oleh Sumber Daya Alam (SDA) yang banyak dan melimpah. Banyak negara luar yang mengatakan bahwa Indonesia adalah surganya dunia. Jadi, apa lagi yang kurang dari negeri kita yang tercinta ini, tinggal kita sebagai penghuninya yang harus cerdas dalam memanfaatkan semua itu. Kualitas SDM sebuah negara tidaklah langsung tercipta begitu saja, akan tetapi dibutuhkan sebuah proses yang panjang dalam pembentukannya. Singapore yang dulunya tidak mendapatkan perhatian dunia internasional, sekarang sudah menjadi salah satu negara yang dianggap berhasil memajukan negaranya, serta menjadi representative dari komunitas ASEAN di mata dunia internasional. Oleh karena itu, untuk menjadikan negara kita ini maju dan berhasil, maka yang perlu kita lakukan adalah meningkatkan kualitas SDM yang kita miliki.

Dan menurut saya, cara yang paling bagus untuk meningkatkan kualitas SDM dari negara kita adalah dengan memperbaiki sistem PENDIDIKAN yang selama ini kita jalani dan terapkan di negara ini. Pendidikan sangat berperan penting dalam hal pembentukan karakter dan kualitas masyarakat sebuah negara. Jika kita memang tidak ingin ketinggalan dari negara lainnya, dan ingin bersaing di kancah internasional, maka Indonesia perlu mengevaluasi sistem pendidikan yang selama ini telah diterapkan. Kita mencari alternatif baru atau memperbaiki sistem yang sudah ada, intinya sistem pendidikan di Indonesia harus segera dibenahi. Dan menurut saya, tidak masalah ketika kita mengadopsi ataupun belajar dari pengalaman negara-negara lain dalam hal sistem pendidikan yang diterapkan di negaranya.

Pendidikan merupakan satu hal yang sangat penting untuk peradaban bangsa setiap Negara di dunia ini. Hal ini disebabkan karena pendidikan merupakan hal yang sangat dinamis dan sangat peka terhadap perubahan berdasarkan perkembangan zaman. Pendidikan di Indonesia mengalami beberapa perkembangan sejak zaman perkembangan Hindu Budha sampai dengan zaman pasca reformasi sekarang. Perkembangan pendidikan di Indonesia mulai dari masa perkembangan Hindu Budha sampai paska kemerdekaan berkembang secara stimultan. Dari mulai perkembangan sastra yang dibawa oleh Hindu Budha, pesantren oleh masa perkambangan Islam, sampai sekolah yang dibawa oleh masa colonial Belanda sampai sekarang. Pendidikan di Indonesia mempunyai system semi disentralisasi. Yang dimaksud dengan semi disentralisasi adalah setengah disentralisasi setengah sentralisasi. Dalam konsep manajemen sekolah seluruh kegiatan yang berhubungan dengan sekolah diserahkan sepenuhnya oleh sekolah, akan tetapi dalam system evaluasi masih menganut sentralisasi dimana ujian Negara diselenggarakan oleh pemerintah pusat.

Kurikulum di Indonesia telah mengalami pergantian beberapa kali hingga pada saat ini kurikulum yang bertahan adalah Kurkulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum ini disinyalir sebagai kurikulum yang paling baku diterapkan di Indonesia. Ketika Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) digulirkan, banyak pihak yang merasa senang bahwa sekolah mendapatkan kesempatan untuk menentukan sendiri arah atau model pendidikan disekolahnya. Namun, kemudian harapan itu sirna kembali ketika ternyata masih ada ujian nasional atau UAN yang membuat model pendidikan yang diberikan sekolah harus kembali lagi seragam. Tak terbayangkan memang ketika KTSP ini harus dilakukan disekolah-sekolah negeri yang satu kelas muridnya bisa sampai 40-50 orang, sementara gurunya hanya satu orang. Sungguh jauh panggang dari api atau bagai punguk merindukan bulan.

Sesuatu yang harus kita perbaiki adalah paradigma pemikiran. Baik itu dari para pengambil kebijakan (para pejabat di kementerian), para pelaksana di tingkat managerial (Para pejabat di tingkat dinas baik propinsi maupun kabupaten) sampai pada para pelaksana di lapangan (para guru). Tenaga kependidikan merupakan ujung tombak usaha perwujudan tujuan pendidikan. Tugas pokok mereka adalah menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola, dan/atau memberikan pe1ayanan teknis dalam bidang pendidikan. Mereka terdiri dari tenaga-tenaga pendidik, pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti dan pengembang dalam bidang pendidikan, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar. Semuanya itu harus berfungsi sebagaimana yang telah menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Jika semuanya bisa berjalan sesuai dengan koridornya, maka yakinlah, bahwa pendidikan di Indonesia bisa menjadi pendidikan yang terbaik di dunia.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki pendidikan yang ada di negeri ini, seperti yang saya sebutkan tadi bahwa tidak ada salahnya ketika kita mencoba meniru, mengadopsi serta belajar dari pengalaman negara lain dalam memajukan pendidikannya. Sudah banyak negara di luar sana yang telah berhasil mengembangkan pendidikan dengan metode yang mereka gunakan, dan salah satunya adalah negara Finlandia. Finlandia telah diakui oleh dunia internasional sebagai sebuah negara yang berhasil memajukan pendidikan di negaranya. Sedikit saya berikan gambaran pendidikan di Finlandia sebagai bahan acuan atau pelajaran bagi kita untuk memperbaiki sistem pendidikan di negara kita. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!

Jika kebanyakan negara percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru beranggapan sebaliknya, testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia. Kita belajar di sekolah hanya ingin dapat nilai akademik yang bagus dan memuaskan. Faktor pemahaman dan penerapan menjadi elemen yang diremehkan, pokoknya yang penting nilai kita bagu. Pada usia 18 tahun, siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi. Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak pra-TK. Hal ini membantu siswa belajar bertanggung jawab atas pekerjaan mereka sendiri.

Semua siswa dibimbing menjadi pribadi yang mandiri, mencari informasi secara independent. Karena dengan adanya banyak pendiktean membuat para siswa akan merasa tertekan dan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan. Bagaimana dengan siswa yang kurang cepat tanggap ? Mereka akan mendapatkan bimbingan yang lebih intensif. Inilah yang membuat Finlandia berhasil menyandang gelar Negara dengan pendidikan paling berkualitas di dunia. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan perilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, contohnya: Pertama, masuk kelas, kemudian datang tepat waktu, berikutnya membawa buku, dsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha. Dari sini, dapat dilihat sangat tercermin kalau guru di sana tidak menuntut anak didiknya untuk mengerjakan dengan hasil yang harus benar, para guru Finlandia menghargai setiap usaha dari siswanya.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Adanya ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Dari gambaran ini, kita bisa belajar bahwa ternyata, negara yang tak diunggulkan bisa menjadi yang terbaik di dunia, tentu semua itu karena adanya kemauan & usaha yang keras serta kesolidan dari berbagai pihak.

Selain di Finlandia, Indonesia juga bisa belajar dari negara-negara lain yang memiliki sistem pendidikan yang sangat bagus. Menurut saya, kita harus bertindak dari sekarang, kita bisa belajar dari sistem yang diterapkan di Finlandia. Selain itu, dalam hal proses pembelajaran siswa tidak boleh dipaksa untuk mempelajari pelajaran yang tidak mereka sukai, setiap siswa memiliki kelebihan tersendiri di bidang tertentu. Kita tidak bisa memaksakan semua siswa harus suka belajar matematika, karena ada siswa yang tidak memiliki keahlian sama sekali di bidang matematika, akan tetapi orang tersebut memiliki keahlian di bidang seni misalnya. Oleh karena itu, sistem pendidikan yang selama ini hanya melakukan pembagian jurusan ketika SMA, mungkin mulai sekarang, sistem pembagian jurusan itu sudah dilakukan di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama). Di sini, siswa bebas menentukan kelas jurusan apa yang ingin mereka masuki sesuai dengan minat dan bakatnya. Dengan begitu, saya sangat yakin bahwa siswa akan belajar dengan santai serta siswa tidak akan mengalami yang namanya stres Karena bidang yang mereka pilih adalah bidang yang mereka memang sukai, mereka pilih tanpa ada paksaan dari siapapun.

Pendidikan di Indonesia seharusnya memang seperti itu, kita mengarahkan setiap siswa untuk focus ke bidangnya masing-masing, sehingga dengan begitu, nantinya kita akan lahirkan para pelajar yang ahli di bidangnya masing-masing. Untuk apa kita memaksa seseorang untuk belajar sesuatu yang tidak dia inginkan, hal tersebut sama saja kita membunuh kreativitas siswa tersebut, serta secara perlahan kita akan membuatnya menjadi gila. Selain itu, untuk apa kita mempelajari banyak hal kalau ternyata ilmu yang kita dapatkan mengenai pelajaran tersebut hanya kulitnya saja, tanpa kita mempelajari secara mendalam ilmu yang kita pilih. Akan tetapi, ketika kita sudah bagi dari awal, maka kita akan focus ke bidang kita masing-masing untuk bukan hanya sekedar mempelajari kulitnya, akan tetapi kita akan bisa memahami sampai isi terdalamnya. Sistem seperti inilah yang banyak diterapkan di negara-negara maju seperti Amerika dan China. Mereka memang mempersiapkan masyarakatnya untuk dididik di satu bidang, yang nantinya diharapkan orang tersebut akan menjadi orang yang ahli di bidangnya yang dapat memberikan kontribusi untuk bangsa dan negaranya. Tidak ada kemustahilan di dunia ini, dalam hal ini, saya secara pribadi sangat mengharapkan Indonesia dapat belajar dari pengalaman Finlandia tersebut serta negara-negara maju lainnya khususnya dalam bidang pendidikan. [ ]