Arsip Kategori: STIFIn

Biaya Tes STIFIn

Anda ingin tahu mesin kecerdasan atau fungsi otak dominan anda ?
Tidak mahal kok, cukup dengan biaya Rp 350.000,- (harga standar nasional di mana pun ikut tes),
anda sudah menapatkan :
1# Tes STIFIn dengan finger print
2# Mendapatkan Buku Panduan hasil tes STIFIn
3# Mendapatkan penjelasan hasil tes (termasuk menjadi tahu habita/lingkan PD (pengembangan diri yang tepat) serta Coach/pelatih tepat anda.

Di mana tempat tes di Tulungagung ?
Di Kantor Integra BISA
Jl. I GUsti Ngurah Rai VIII – 27 Tulungagung Km 2
(Kantor ORARI Bago ke timur +- 300 m)
HP/WA 08113313122
email : stifintulungagung2011@gmail.com
1 AQ FD CS
#Kenangan Workshop STIFIn bersama Farid Poniman, Ph.D di Hotel Sahid Surabaya, 2011

0 DI2K CS BLUE stifin
#Promotor STIFIn Tulungagung

1 DSC02733 TES USWAH 1 MB
#Dosen Psikologi IAIN Tulungagung, uswah Wardiana, M.Psi saat ikut tes STIFIn

2 LARASATI SMABOY DKK
3 GUSTI LARAS NISA
#Siswa Akselerasi SMAN Boyolangu saat tes STIFIn (Larasati, Choirunisa, Gusti Ayu)

Bakat Minat Personality

Bakat Minat Personality Thinking introvert

4 KARPET MERAH OK

Mesin Kecerdasan nya Thinking yang di drive dengan introvertnya, sehingga dari dalam menuju keluar, Thinkingnya yang di bawa dari dalam menuju keluar, sama dengan yang lain-lainya, yang disebut dengan introvert. Introvert ini bukan membawa seluruh Mesin Kecerdasan, introvert disini hanya terkait dengan Mesin Kecerdasan yang menjadi Mesin Kecerdasan yang bersangkutan. Jadi, kalau Thinking introvert, introvertnya itu hanya pada Thinking saja, bukan kepada semua Mesin Kecerdasan.

SOTOY “SOK TAHU”

Jenis orang Thinking introvert, Thinkingnya dibawa dari dalam dalam keluar, karena itulah orang Thinking introvert ini, sepertinya dia orang yang banyak tahu . Karena dia Thinking, dia berfikir, dia punya ilmu otomatis dari hasil kerja fikirannya, dan karena itulah dari banyak tahunya itu kemudian dibawa keluar. Maka orang Thinking introvert ini memiliki banyak referensi, banyak pustaka, banyak pengetahuan, banyak memory yang dia bisa uraikan kepada orang lain. Sering kali kalau dalam bahasa pergaulannya, konotasi yang negativenya itu dia disebut “sotoy”, ini orang sok tahu, ini adalah orang Thinking introvert

SISTEMATIS

Sesungguhnya orang Thinking introvert ini, di dalam kerja otaknya, dia adalah mengangkat kerja otak itu, kepada kompleksitas yang tinggi. Jadi, diantara semua type Personality Genetic, dimana otaknya bersedia menangani persoalan-persoalan yang komplek itu adalah Thinking introvert . Tetapi dia memiliki tools, memiliki alat, memiliki cara, bagaimana situasi yang kompleks itu dikendalikan, yaitu dengan frame work, dengan kerangka kerja. Orang Thinking introvert sangat mahir di dalam membuat kerangka kerja, di dalam membuat sistematika, sehingga pikiran yang kompleks itu menjadi sistematis, jika di tangani oleh orang Thinking introvert.

SPESIALIS

Nah, karena itulah mengapa orang Thinking introvert ini, dia bersedia untuk menjadi orang yang begitu spesialistik profesinya, karena dia punya ketajaman mikroskopik, dia berfikir sampai mentok, sedalam-dalamnya, itu dimiliki oleh dia kemampuannya. Karena orang Thinking introvert berfikir, kalau ke atas dia kompleks, kalau ke bawah dia mendalam sangat mikroskopik . Itulah kemampuan yang membuat orang Thinking introvert itu sanggup untuk menjadi seorang spesialis pada profesinya.

EFEKTIFITAS

Kerangka kerja menjadi keutamaan dimana dia berfikir, dan tentu saja, ketika dia menganalisa sesuatu, analisanya selalu diposisikan untuk mendapat sesuatu yang lebih baik, kita menyebutnya adalah efektifitas. Dia selalu akan berfikir, bagaimana kerangka kerja tadi bila dipraktekkan, bila di implementasikan, bila dijadikan sebagai rencana untuk melahirkan perbaikan, melahirkan efektifitas, terutama yang paling penting bagi dia, melahirkan berganning posision yang lebih bagus buat dia, meningkatkan jabatan dia, meningkat tahta dia, itu adalah orang Thinking introvert.

MULTIPLYING

Ketika dia sudah mulai bisa membuat kerangka kerja dari sesuatu yang kompleks, maka, karena dia berfikir tentang efektifitas tadi, mengapa orang Thinking introvert di dalam tugasnya, di dalam pekerjaannya, dia menyukai, dengan sendirinya cenderung akan mendapatkan pelipat gandaan hasil (Multiplying). Ini adalah sesuatu yang memang orang Thinking introvert menyukai melipat gandakan hasil. Proses pelipat gandaan yang dilakukan orang Thinking introvert tadi, bisa dikawal dengan akurasi yang tinggi, karena dia memiliki rentang yang sangat bagus, mau mendalam secara mikroskopik dia mampu, mau naik ke atas menjadi lebih kompleks dia mampu, sehingga pengawalan terhadap pelipat gandaan itu memiliki ciri khas yang sangat menempel pada orang Thinking introvert yaitu itu adalah akurasi.

CINTANYA LOGIS

Bagaimana cara orang Thinking introvert dalam urusan bercinta? “Ya” memang sesungguhnya orang Thinking mau yang introvert ataupun extrovert, dia bercinta menggunakan kerangka-kerangka kerja, dengan logika-logika, maka orang Thinking khususnya yang introvert itu adalah dia berani mempertimbangkan iya dan tidak, memutuskan seseorang itu diterima atau tidak, setelah dia menimbang-nimbang dengan timbangan logika apa baik buruknya buat dia, apa untung ruginya buat dia, apa manfaatnya buat dia. Segala sesuatunya ditakar menggunakan kerangka logika.

Karena itulah di dalam rumah tangga, bagi orang Thinking introvert, dia akan menata, bagaimana pasangan suami istri itu, bukanlah hanya semata-mata hubungan emosional, tetapi ia adalah seolah-olah, “meskipun ini urusan percintaan”, seolah-olah seperti hubungan kerja, semua ada kerangka, semua ada sistematikanya, semua ada pembagian tugas yang jelas. Orang Thinking introvert itu memastikan segala sesuatunya itu tertangani dengan baik.

C.E.O

Mampukah orang Thinking introvert menjadi seorang CEO? Justru memang inilah yang menjadi keunggulan Thinking introvert, ketika ia berada pada midle-midle managemen, untuk dia merangsak naik ke atas, dia memiliki keunggulan. Dimana keunggulannya? Dia memutuskan dengan logika yang dalam, yang kompleks, yang kemudian dia berfikir dikaitkan dengan hasil, dia bisa memimpin akurasinya. Jadi segala macam yang berbau kehebatan logika ini, dimiliki secara tajam oleh orang Thinking introvert, tidak dimiliki oleh Personality Genetic yang lain .

Jadi, ketika beradu tentang direction, tentang target, auto achive, tentang planning, tentang membuat taktik-taktik yang sistematis, menuju kepada tercapainya target, orang Thinking introvert adalah jagonya . Maka dia sangat berpeluang untuk menjadi seorang CEO.

MANAGERIALSHIP

Dia memang punya kemampuan mengelola tahta, mengelola kekuasaan dengan managerialshipnya, dengan aturan main yang dia buat, dengan system yang dia kendalikan, dengan kedalaman, dengan kekomplekan, dengan sistematika, dengan kerangka kerja sebagaimana yang di jelaskan diatas. Disitulah menajdi selling pointnya seorang Thinking introvert.

Thinking introvert adalah orang yang memiliki banyak pengetahuan, dan dari banyak pengetahuannya itu, kemudian orang Thinking introvert itu, yang kaya dengan database, yang kaya dengan pengalaman-pengalaman yang sudah diolah, di sistematikakan oleh orang Thinking introvert menjadi kekuatan tertentu. Sehingga orang Thinking introvert bisa berkompetensi dengan orang lain, karena memiliki kemampuan mengelola proses lebih handal . Itulah yang disebut dengan managerialship.
(Sumber web : stifin.com)

Temukan “Karpet Merah” Kekuatan Anda

  •              Sekali Anda mengenali zona kekuatan Anda, Anda bisa mengubahnya menjadi emas dan berlian. Agar dapat melakukan aktivitas tertentu tanpa susah payah, Anda perlu membuat strategi di seputarnya. Ketika Anda terfokus pada sesuatu yang memiliki makna yang dalam, menyentuh rasa haru dan nilai kehidupan Anda, Anda akan bergerak maju tanpa susah payah.

    Sobat, pada saat saya mengikuti Workshop di Hotel Sahid dengan pembicara Sang Master Coach Kubik Leadership dan Penemu STIFIn Mas Farid Poniman, ada statemen beliau yang menarik dan layak kita lakukan, “Berinvestasilah pada kelebihan Anda, biarkanlah kelemahan Anda terdidik secara alamiah. Jika anda focus kepada kelebihan Anda sama dengan anda menjalani ‘karpet-merah‘ Anda. Jalur terbaik yang diberikan Allah kepada Anda. Akhirnya Anda menjadi tahu bagaimana caranya bersyukur kepada Allah menggunakan ilmu yang betul.”

    Seorang atlet bulu tangkis yang memiliki kekuatan di tangan kirinya (kidal) sejak kecil dan oleh pelatihnya dia diasah dan dilatih sesuai kekuatan yang dia miliki. Kemudian dia bertanya pada pelatihnya, “Kenapa saya dilatih dengan menggunakan tangan kiri wahai pelatih, padahal saya ingin bermain bulu tangkis dengan tangan kanan seperti pemain lainnya.” Sang Pelatih menjawab, “Kekuatan kamu di tangan kiri, maka lebih baik kamu berlatih dan fokus dengan kelebihan kamu daripada kamu fokus pada kelemahan kamu. Maka kamu akan menjadi pemain di atas rata-rata bahkan akan menjadi juara dunia.”

    Sang murid penasaran dengan penjelasan gurunya, dia mencoba berlatih bermain bulu tangkis dengan tangan kanannya(dan itu justru kelemahannya). Pada suatu kejuaraan di kotanya yang merupakan turnamen pertama kali yang ia ikuti dan bermain dengan tangan kanannya. Apa hasilnya dia gagal total di penyisihan awal. Kemudian dia menyadari kesalahannya dan ingat kembali nasihat gurunya, menjadikan dia terus berkomitmen berlatih, berlatih dan berlatih dengan fokus pada kekuatan yang ia punya sebagaimana yang disarankan oleh pelatihnya. Akhirnya dia benar-benar menjadi Juara tidak hanya di kota dan negaranya bahkan menjadi juara dunia dengan kekuatan kidalnya.

    Sobat, ketika saya lulus SMU dan akan mengambil kuliah, bapak saya menyarankan untuk masuk farmasi agar jadi seorang apoteker atau ahli farmasi. Memang benar saya bisa diterima UMPTN di Fak. Farmasi Unair (Universitas Airlangga, Surabaya) tapi ternyata hampir lima tahun lebih saya merasa tertekan dan jarang masuk kuliah, lebih banyak ikut diskusi di UKKI Unair atau Senat SMPT Unair banyak berkecimpung dalam dunia aktivis, menulis dan mengisi forum-forum diskusi serta seminar bahkan ngisi pengajian di kampung-kampung. Tanpa terasa justru saya banyak belajar di universitas kehidupan daripada di kampus formal.

    Ternyata mesin kecerdasan saya bukan Sensing di mana orang sensing itu cara belajarnya dengan menghafal serta kekuatannya dihafalan dan tekun kalau bekerja dan itu memang pas sekali di Farmasi yang banyak hafalan dan sehari-hari banyak berada di lab-lab farmasi dari pagi sampai sore untuk praktikum membuat obat yang penuh ketelitian dan ketekunan dalam menimbang bahan-bahan obat. Setelah tes “STIFIn Mesin kecerdasan” saya adalah Intuiting. Modal utamanya adalah kreatifitas, gagasan, chemistrynya adalah kata, khususya dalam menciptakan ide-ide baru yang belum pernah dikeluarkan orang lain. Jadi dunia saya adalah kata atau dunia kreatif, dan orang kreatif adalah orang yang tidak bisa terpenjara dalam rutinitas apalagi satu cara. Imajinasinya liar, visioner. Bagi mereka yang orang intuiting setiap masalah apapun selalu akan ada kemungkinan jalan keluarnya. Dia selalu memikirkan cara lain. Bahkan justru dia tidak bisa berpikir dengan cara yang sama.

    Sobat, saya baru mengetahui “karpet merah” saya saat usia 30 tahun ke atas dan segera melakukan tobat profesi setelah menghabiskan waktu sekian lama kuliah di farmasi, di fak. Dakwah jurusan komunikasi Penyiaran Islam, kemudian bekerja pernah jadi guru, marketing, akhirnya di perusahaan New Kuwatsu terakhir menjadi Manajer SDM dan Pelatihan.

    Saya kemudian pensiun dini setelah mentor saya mengatakan, “Duniamu adalah di kata, kamu kalau disuruh ngajar, menulis serta mendesain sebuah pembelajaran/pelatihan kamu enjoy dan seakan tidak ada beban bahkan tidak dibayarpun kamu senang dan menikmatinya. Itulah talentamu maka fokuslah di duniamu itu.”

    Maka setelah itu saya keluar dari perusahaan menjadi pengusaha dan fokus pada bidang yang saya kuasai dan happy menjalankannya. Dalam 5 tahun ada 15 buku yang bisa saya tulis dimulai dari diterbitkan sendiri dan dijual di pelatihan/training yang saya lakukan sampai akhirnya bisa masuk dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (Buku Al quwwah ar ruhiyah, kekuatan Spirit Tanpa batas dan buku Menjadi Dai yang dicinta). Ratusan forum atau seminar di berbagai kota besar di Indonesia dan telah puluhan ribu orang terinspirasi untuk meraih sukses sejati dan kehidupan yang lebih baik. Semoga ini semua menjadi ladang amal sholeh.

    Sobat, dalam tulisan singkat ini agar Anda tidak mengalami seperti saya yang telah menghabiskan waktu dan dana serta baru tobat profesi dan mengenal “karpet merah” kekuatan kecerdasan saya pada usia 30-an ke atas maka segera temukan potensi anda atau dunia anda melalui tes mesin kecerdasan STIFIn.

    Setidaknya ada tiga alasan mengapa Anda dan Anak Anda perlu Tes STIFIn? Mengenali Cara belajar kita. Mesin kecerdasan sensing bagus dalam menghafal, Thinking hebat dalam menghitung, Intuiting jago kreatifitas, Feeling senang jika berdiskusi, dan Insting adalah pembelajar yang serba bisa namun perlu ketenangan untuk mengoptimalkan fungsi otak tengahnya.

    Jika pilihan profesi sudah ngeklik dengan anda maka proses penggemblengan profesi menjadi mudah dan menyenangkan. Pendek kata konsep STIFIn adalah cara paling tetpat untuk melakukan tobat profesi. Memilih tes STIFIn sama dengan menghindari spekulasi. Bukan pelabelan dan bukan peramalan.

    Sobat, sekali Anda mengenali zona kekuatan Anda, Anda bisa mengubahnya menjadi emas dan berlian. Agar dapat melakukan aktivitas tertentu tanpa susah payah, Anda perlu membuat strategi di seputarnya. Ketika Anda terfokus pada sesuatu yang memiliki makna yang dalam, menyentuh rasa haru dan nilai kehidupan Anda, Anda akan bergerak maju tanpa susah payah.

    Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

    Keterangan:

    Artikel ini ditulis oleh Ustadz N.Faqih Syarif H, S.Sos.I, M.Si, Spiritual Motivator Penulis buku “Al Quwwah Ar Ruhiyah, Kekuatan Spirit Tanpa batas” dan “Menjadi Dai yang Dicinta

  • aq faqih jicmi 2013
  • Foto dokumentasi bersama N. Faqih Syarif.